Jenis-jenis Alat Servis HP Sesuai Fungsi yang Digunakan Teknisi

Bagi teknisi hendak mereparasi ponsel, alat servis HP tentu akan sangat dibutuhkan. Perangkat servis membantu mereka dalam mengidentifkasi masalah hingga memperbaiki komponen perangkat yang mengalami kerusakan. Lantas, apa saja alat-alat servis yang dimanfaatkan teknisi untuk mengerjakan tugasnya?

Obeng, pinset, dan tang

Obeng atau screwdiver merupakan alat pertama yang akan dipakai untuk membuka baut pada ponsel. Setelah itu, teknisi memakai pinset saat mengangkat atau memindahkan spare part supaya tidak mudah rusak. Sementara tang berfungsi sebagai pembuka casing atau touchscreen.

Multimeter dan power supply

Kedua alat ini sangat berkaitan dengan arus listrik. Teknisi memanfaatkan multimeter untuk mengukur tegangan listrik pada sejumlah komponen. Lantas power supply (biasanya DC) berperan sebagai supplier arus untuk ponsel sebagai pengganti baterai selama servis berlangsung.

GSM test set

Perangkat servis ponsel selanjutnya yang digunakan untuk reparasi adalah GSM test set. Alat servis HP tersebut mempunyai fungsi sebagai pengetes urutan konfigurasi sinyal, pembangkit RF dari setiap kanal radio, serta pengukur pengiriman sinyal ponsel.

Hot blower dan slodering

Hot blower dan soldering berfungsi sebagai pematri timah maupun spare part ponsel saat diperbaiki. Dengan mencairkan timah dalam beberapa bagian, akan lebih mudah bagi teknisi untuk mengangkat dan menangani kerusakan yang terjadi pada ponsel.

Komputer dan kabel data

Dalam servis ponsel, komputer mengambil peran sebagai penyimpan software maupun aplikasi yang dapat menunjang perbaikan. Sementara flash atau kabel data menjadi jembatan yang menghubungkan program-program pada komputer dengan ponsel.

Box repair

Disebut juga sebagai dongle atau pengaman software tools, alat ini biasanya dihubungkan ke komputer yang sudah dilengkapi dongle juga. Walaupun bukan perkakas wajib, box repair dapat membantu teknisi untuk mengenali kerusakan pada ponsel.

Software tools

Sesuai namanya, software tools sering kali digunakan untuk menyimpan program-program tertentu yang ada pada ponsel. Setiap vendor biasanya mempunyai software tools asli sendiri yang dapat dipakai untuk flashing, upgrade, atau downgrade.

Semoga informasi alat servis HP ini bermanfaat!

Cara Penggunaan Solder Uap

Solder uap berfungsi untuk memasang, mencetak, mengangkat serta mensolder ulang komponen, entah itu BGA (bola-bola timah). SMD (kelabang) ataupun beberapa komponen kecl yang lainnya. Proses memanasi kaki IC atau mensolder ulang yaitu untuk memperbaiki komponen kaki-kaki IC yang kurang melekat di PCB dan tidak berfungsi memperbaiki kaki-kaki IC yang telah rusak. Tekanan udara dan suhu dalam solder uap pun harus diperhatikan supaya tak merusak PCB. Pemakaian solder uap dibutuhkan kecermatan, ketepatan, kesabaran dan ketelitian. Cara untuk memegang solder uap sendiri harus tegak lurus dan kuat pada komponen target solder itu sendiri.

Pemakaian Solder Uap atau Blower Hot Air

Blower adalah salah satu jenis atau varian dalam solder. Dinamakan sebagai blower hot air sebab proses pemakaiannya yang menggunakan udara. Dalam blower standar sendiri ada dua pengaturan. Pengaturan yang pertama adalah kekuatan panas atau heating yang nantinya dikeluarkan lewat mata solder. Sementara pengaturan lainnya adalah tekanan atau kekuatan dari hembusan udara yang dipanccarkan. Pengaturan-pengaturan tersebut bekerja dengan linier antara satu dengan yang lain. Dengan semakin tingginya temperatur udara yang telah dipancarkan, maka semakin bertambah kuat bila ditingkatkan tekanan udara yang dikeluarkan nantinya.

Prinsip Penggunaan Solder Uap/Blower Hot Air

Penggunaan solder uap ini cukup simpel. Pada aplikasi penyolderan komponen, untuk memegang blower sendiri persis sama seperti memegang solder pada umumnya. Kelebihan blower ini yaitu dapat melelehkan timah lewat udara yang telah dikeluarkannya, dan bukan menggunakan batang besi seperti pada solder biasa. Penggunaan blower tersebut diantaranya :

·         Pasang kabel power pada listrik PLN lalu tekan tombol di posisi ON, agar fungsi blower dijalankan.

·         Sesudah blower hidup, Anda bisa mengatur pengaturan pada blower.

·         Pengaturan pertama berupa heating, sedangkan pengaturan kedua adalah pengaturan tekanan udara.

·         Putar pengaturan heating atau panas di suhu yang Anda inginkan.

·         Pada blower digital, sebaiknya atur temperatur dengan cara menekan UP dan Down,

·         Atur tekanan udara berdasarkan keinginan, seperti di posisi 1,2,3 maupun yang lainnya.

·         Udara 200oC akan dihembuskan lalu bisa panas yang dihasilkannya bisa dirasakan. Pada kondisi tersebut di atas, blower bisa dipakai untuk keperluan sesuai keinginan. http://cody.id/